Monday, July 27, 2009






Di deket mobil pengantin sapa tau punya gt....he he...by Ridwan & Opiek buayastudio 2009.


Wedding Adat Jawa & Melayu...by Buayastudi 2009.


Sampel project WEDDING luxuary package....(5 Juli 2009 by Buayastudio)



Sekali-kali jadi model juga ok kan....by Ridwan & Opiek Buayastudio 2009)

Pohon


Di Bawah pohon yang cukup gede rimbun, di deket pondok pesantren d pulau Setoko, April 2009 by Ridwan & Opiek Buayastudio)



Senja di pulau Setoko, di kala surya tenggelam begitu indah tuk di lihat....(April 2009 by Ridwan Purwanto & Opiek Buayastudio)

Sang pejuang sedang berburu mangsa...bukan daging sech namun obyek gambar video yang akan di dokumentasikan di sebuah Pulau yang indah d deket jembatan 3 Barelang Pulau Setoko, bulan April 2009.

Wednesday, July 1, 2009

http://kffpb.blogspot.com

open n join aja jika mau bergabung dalam komunitas ini. Holiday sesion ini kita kan rencanakan bikin film dokumenter loh...

Tuesday, June 30, 2009

Paket Birthday Party, Sunatan, Aqiqah Anak

Paket dokumentasi ini kami tawarkan dalam rangka holiday sesion dari Buaya Studio. penawaran menarik buat mendokumentasikan acara buah hati anda....



Paket Simple & Unik :



Harga : Rp 650.000,00

Fasilitas :

- Foto Cetak 4 R sebanyak 36 lembar atau 1 Roll

- Album Ekskusif

- Video 1 keping DVD/ VCD

- Bonus Foto Cetak 8 R/ 8 RW 1 lembar



Paket Wonderfull



Harga : Rp 1.200.000,00

Fasilitas :
- Foto Cetak 4 R sebanyak 72 lembar atau 2 Roll
- Album Ekskusif
- Video 2 keping DVD/ VCD
- Bonus Foto Cetak 8 R/ 8 RW 2 lembar




Paket Great Special Moment



Harga : Rp 1.400.000,00
Fasilitas :


- Foto Cetak 4 R sebanyak 108 lembar atau 3 Roll

- Album Ekskusif- Video 2 keping DVD/ VCD

- Bonus Foto Cetak 8 R/ 8 RW 3 lembar


Paket Company Profile

Harga : Rp 3.000.000,00
Fasilitas :
- Video Profile durasi 3- 10 menit (full edit musik backsound, sound efect, tittle, interview, narasi)

- Foto Cetak 4 R sebanyak 1 Roll
- Album Ekskusif- Video 2 keping DVD/ VCD 'N master

Monday, May 25, 2009


Di tepi pantai pulau Penyengat, Sang Kameramen Ridwan in action, April 2009.











Suasana pinggir Laut di Pulau Penyengat, April 2009. Fotografer : Ridwan & Opiek



Masjid Penyengat Merupakan Masjid Tertua dan mempunyai nilai sejarah yang tinggi. Masjid Penyengat terletak di Pulau Penyengat, Tanjung Pinang, Kepri. April 2009. Fotografer : Ridwan & Opiek

Tuesday, May 19, 2009

OPEN RECUITMENT KFFPB (Komunitas Foto & Film Putera Batam)

news blitz
Dokumentasi Foto & Film sangatlah penting, karena kita bisa mengabadikan segala moment kita melalui media ini. Foto adalah media visual yang merupakan dokumentasi segala jaman, karena kita masih bisa menikmati hasil tersebuat sampai kapanpun dan bisa membuat kita bisa menangis, tertawa karena mengenang kembali moment kita dulu. Video atau Film adalah media audio visual yang gabungan antara gambar dan suara, melalui media ini dokuemntasi kita serasa hidup, kita seolah-olah dibawa masuk ke dalam sebuah peristiwa yang terjadi tersebut.
Untuk itu bagi mahasiswa atau mahasiswi Universitas Putera Batam yang ini bergabung dalam Komunitas Foto & Film Putera Batam, bisa bergabung, adapun syaratnya :
1. Mahasiswa PB
2. Maximal semester 6
3. Tertarik di Bidang Foto & Film
4. Ngisi Biodata anggota
Jika anda tertarik hubungi :
contact person : Pembimbing KFFPB Ridwan Purwanto, S. Sos (081802595520)

SEJARAH DAN TEORI ILMU POLITIK

SEJARAH DAN TEORI ILMU POLITIK

Materi Perkuliahan Pengantar Ilmu Politik

Mengkaji tentang sejarah ilmu politik bisa dilihat dari dua pandangan yaitu pembahasan secara luas atau secara sempit. Secara luas berarti ilmu politik telah ada sejak zaman dahulu berupa pembahasan dalam buku-buku tertentu yang telah dikarang masa lampau, sedangkan secara sempit berarti ilmu politik dilihat dari aspek sistematisasinya sebagai ilmu dan pengakuannya dari aspek akademis.

Sejarah secara luas
Ilmu politik telah ada sejak zaman dahulu, ini bisa dilihat dari karya-karya berikut;
Yunani tahun 450 SM terdapat buku karya Herodatus, Plato dan Aristoteles.
India tahun 500 SM terdapat kitab Dharmasastra dan arthasastra.
Cina tahun 500 SM terdapat tokoh Confucius dan Kung Fu Tzu
Arab abad 11 M terdapat karya al-Marwardi berjudul al-Ahkam as-Sulthaniyyah
Indonesia abad 13 M terdapat kitab Negarakertagama dan Babad Tanah Jawi.
Sejarah secara sempit
Abad 18 dan 19 di Jerman, Austria dan Prancis telah muncul pembahasan tentang politik namun masih kental dipengaruhi hukum dan negara.
Di Inggris Ilmu politik dipengaruhi oleh filsafat moral dan sejarah
Di Paris Prancis tahun 1870 lahir Ecole libredes Scienies
Di Inggris tahun 1895 muncul lembaga London School of Economic and Political Science
Di AS tahun 1858 diangkat Francis Lieber sebagai guru besar Sejarah dan Ilmu politik di columbia College.
Masih di AS tahun 1904 lahir American Political Science Assosiation (APSA)
Unesco lembaga dibasah PBB tahun 1948 melahirkan buku Contemporary Political Science
Dalam Buku Contemporary Political Science ini terdapat 4 bidang ilmu politik, yaitu:
Teori Politik
Lembaga Politik (Undang-Undang, pemerintah)
Partai
Hubungan Internasional (politik internasional, organisasi, hukum)
TEORI ILMU POLITIK
Teori politik adalah generalisasi dari phenomena-phenomena politik. Teori politik ini terdiri dari :
Tujuan politik
Cara mencapai tujuan politik tersebut
Kemungkinan dan kebutuhan untuk cara tersebut
Kewajiban dalam mencapai kebutuhan tersebut
Ilmu politik secara teoritis terbagi kepada dua yaitu :
Valuational artinya ilmu politik berdasarkan moral dan norma politik. Teori valuational ini terdiri dari filsafat politik, ideologi dan politik sistematis.
Non valuational artinya ilmu politik hanya sekedar mendeskripsikan dan mengkomparasikan satu peristiwa dengan peristiwa lain tanpa mengaitkannya dengan moral atau norma.
Menurut Harold Laswell terdapat 8 nilai yang dikejar dalam politik, yaitu ;
Kekuasaan
Pendidikan
Kekayaan
Kesehatan
Keterampilan
Kasih sayang
Kejujuran/keadilan
Keseganan
Adapun konsep-konsep dalam ilmu politik senantiasa berkutat dalam masalah:
Kekuasaan – sumber kekuasaan – pengaruh – pembuat dan pelaksanan kebijakan
Kewenangan – kekuasaan berdasarkan legitimasi
Konflik dan konsensus
Pengambilan keputusan dan cara mendistribusikan kekuasaan
Ilmu politik tidak berdiri sendiri namun memiiki kaitan dengan ilmu-ilmu lainnya seperti sejarah, filsafat, hukum (tiga ilmu penting yang mempengaruhi politik), sosiologi, antrophologi, ekonomi, geographi dan psikologi sosial.

Friday, April 17, 2009

Tugas Sistem Sosial Budaya Indonesia

Tugas Sistem Sosial Budaya Indonesia

Format tulisan isi ukuran 12, judul ukuran 14, font times new roman, spasi 1, 5
dikirm di email saya abiroe@yahoo.com atau mahasiswa di upload dib log masing-masing trus kirimk email nya blog di email dosen.
Tema tugas Tentang :
Sistem sosial budaya salah satu suku-suku yang ada di Indonesia, kaji
a. sistem pemerintahan
b. sistem adat istiadat nya
c. sistem perkawinan
d. sistem keagamaan/ kepercayaan
e. sistem garis keturunan
f. karakter unik dari suku tersebut
Dikumpulkan pertemuan terakhir sebelum UTS

Tuesday, March 31, 2009

contoh surat kuasa

Pekalongan, 30 Maret 2009



SURAT KUASA



Dengan surat ini saya yang bertanda tangan di bawah ini :


Pihak Pertama (Pihak yang memenangkan Undian Axis)

Nama : Muhamaad Umar

Tempat/ Tanggal Lahir : Pekalongan, 06Juli 1988

Alamat Tempat Tinggal : Jalan Teratai Lot D 16 BIIE Lobam Bintan Utara Kode Pos 29154

No Identitas : E369661


Pihak Kedua ( Kakak Kandung Pemenang Undian Axis)

Nama : Nurlaela

Tempat/ Tanggal Lahir : Pekalongan, 31 Desember 1985

Alamat Tempat Tinggal : Perum Esqarada No 7 Batam Kode Pos 29432

No KTP : 52.01.007.71.12.85.82741


Menyatakan bahwa pihak pertama memberikan kuasa untuk mengambil hadiah undian Axis kepada pihak kedua. Demikian surat kuasa ini saya buat dengan sebenar-benarnya tanpa ada paksaan dari pihak manapun. Semoga dapat digunakan sebagaimana mestinya. Terima kasih.



Tertanda Pihak Pertama





(Muhammad Umar)




Monday, February 23, 2009

Semangat Anak Rantau



Semangat Anak Rantau, Belakang Padang 2008

Sang Kameramen


Sang kameramen sedang menjalankan tugas liputan di Belakang Padang, saat acara lomba Eagle Boat Sea bulan Agustus 2008.

DAFTAR BUKU-BUKU KOMUNIKASI

DAFTAR BUKU-BUKU KOMUNIKASI

Pengantar Sosiologi Politik
Michael Rush, Philip Althoff
Rajawali Pers 2003
328 hlm
Rp 43000.00
Dasar-Dasar Public Relations
A. Waris Oemi Abdurrahman M.A.
Citra Aditya 2001
132 hlm
Rp 20000.00
Manajemen Public Relation: Strategi Menjadi Humas Profesional
Morissan, MA
Kencana 2008
15X23 cm, 367 hlm
Rp 75000.00

Manajemen Public Relations Dan Komunikasi
Rosady Ruslan
Rajawali Pers 2008
386 hlm
Rp 51000.00
Prinsip-prinsip Pokok Periklanan Dalam Perspektif Global
Monle Lee / Carla Johnson
Kencana 2007
19x25 cm, 420 hlm
Rp 70000.00

Pengantar Komunikasi Massa
Nurudin, M.Si.
Rajawali Pers 2007
296 hlm
Rp 43000.00
Disk: 10 %
Komunikasi Antar Budaya
Deddy Mulyana
Rosda 2001
16 x 24 cm, 262 hlm
Rp 50000.00



Dasar-dasar komunikasi antar budaya
Dr. A. Liliweri, MS.
Pustaka Pelajar
321 hlm
Rp 37500.00

Dinamika Komunikasi
Onong Uchjana Efendy
Rosda 2000
16 x 24 cm, 214 hlm
Rp 35500.00


Etika Komunikasi : Manipulasi Media, kekerasan, dan Pornografi
Dr. Haryatmoko
Kanisius 2007
155x225, 180 Hlm
Rp 30000.00

Filsafat Ilmu Komunikasi
Elvinaro Ardianto & Bambang Q. Anees
Simbiosa 2007
Rp 40000.00

Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar Edisi Revisi
Deddy Mulyana
Rosda 2008
16 X 24 cm, 484 hlm
Rp 84000.00

Humas, Membangun Citra Dengan Komunikasi
Frazier Moore
Rosda 2004
16 x 24 cm, 683 hlm
Rp 103500.00

Ilmu Komunikasi Teori Dan Praktik
Onong Uchjana Efendy
Rosda
16x24 cm, 182 hlm
Rp 35500.00
Komunikasi Bisnis
Sutrisna Dewi
Penerbit Andi 2007
16 x 23cm, 228 hlm
Rp 35000.00
Disk: 10 %
Komunikasi Bisnis Lintas Budaya
Richad D. Lewis
Rosda 2004
16 x 24 cm, 341 hlm
Rp 45000.00

Komunikasi Antar Budaya
Deddy Mulyana
Rosda 2001
16 x 24 cm, 262 hlm
Rp 50000.00
Ilmu, Teori dan Filsafat Komunikasi
Prof. Onong Uchyana Effendi
Citra Aditya 2003
440 hlm
Rp 61600.00
Komunikasi Organisasi
R. Wayne Pace, Don F. Faules
Rosda 2001
16 x 24 cm, 566 hlm
Rp 80500.00
Komunikasi Pembangunan : Pengenalan Teori dan Penerapannya
Zulkarimen Nasution
Rajawali Pers 2004
254 hlm


Komunikasi Politik Indonesia
Dr. Asep Saeful Muhtadi MA
Rosda 2008
16 X 24 cm, 232 hlm
Rp 39500.00
Komunikasi Politik Khalayak Dan Efek
Dan Nimmo, Jalalluddin Rahmat
Rosda 2001
16 x 24 cm, 275 hlm
Rp 44500.00
Komunikasi Politik Pesan dan Media
Jalaluddin Rakhmat
Rosda Cet. IV 2006
16 x 24 cm, 284 hlm
Rp 51500.00
Makna Budaya: Dalam Komunikasi Antar Budaya
Dr. Alo Liliweri, M.S.
LKiS
14.5 x 21 cm, 310 hlm
Rp 30000.00
Membangun Komunikasi Bijak Orangtua dan Anak
Kumpulan Artikel
Kompas April 2007
14x21 cm, 208 hlm
Rp 36000.00
Kritik Atas Teori Komunikasi: Kajian dari Media Konvensional Hingga Internet
Dominique Wolton
Kreasi Wacana, 2007
xiv + 358 hlm.
Rp 45000.00
Metode Penelitian Komunikasi
Jalaluddin Rakhmat
Rosda Cet. 9 2001
16 x 24 cm, 186 hlm
Rp 80000.00
Pengantar Komunikasi Massa
Nurudin, M.Si.
Rajawali Pers 2007
296 hlm
Rp 43000.00
Psikologi Komunikasi
Jalaluddin Rakhmat
Rosda Cet 17, 2001
Rp 69000.00
Pola Komunikasi Orang Tua dan Anak Dalam Keluarga
Drs. Syaiful Bahri Djamarah
Rineka Cipta 2004
178 hlm
Rp 30000.00
Pengantar Ilmu Komunikasi
Prof. Dr. Hafield Cangara
Rajawali Pers
170
Rp 30000.00
Metode Penelitian Public Relations & Komunikasi
Rosady Ruslan
Rajawali Pers 2006
413 hlm
Rp 51000.00

Sistem Komunikasi Indonesia
Nurudin
Rajawali Pers 2005
230 hlm
Rp 35000.00
Semiotika Komunikasi
Alex Sobur
Rosda 2003
16 x 24 cm, 333 hlm
Rp 68500.00
Sosiologi Komunikasi
Prof. Dr. H. M. Burhan Bungin, S.Sos.,
Kencana 2008
15x23 cm, 396 hlm
Rp 65000.00
Teori Komunikasi Edisi V
Werner J. Severin / James W. Tankard, Jr.
Kencana 2008
19x25 cm, 502 hlm
Rp 125000.00
TEORI-TEORI KOMUNIKASI MASSA
B. AUBREY FISHER
Rosda
Rp 15000.00


Jurnalistik Televisi
Deddy Iskandar Muda
Rosda 2003
16 x 21 cm, 235 hlm
Rp 32000.00
Jurnalistik Televisi Teori dan Praktik
Askurifai Baksin
Simbiosa 2006
Rp 44000.00
Pengetahuan Praktis Televisi
Drs. Daryanto
Bumi Aksara 2004
102 hlm
Rp 21000.00
Memasung Televisi
Hinca Panjaitan
ISAI 1999
14 x 21 CM, 274 hlm
Rp 35000.00
Jurnalistik Televisi Mutakhir
Morissan, MA
Kencana 2008
15X23 cm, 274 hlm
Rp 56000.00
Manajemen Media Penyiaran: Strategi Mengelola Radio dan Televisi
Morissan, MA
Kencana 2008
15X23 cm, 446 hlm
Rp 89000.00


Pengetahuan Praktis Teknik Radio
Drs. Daryanto
Bumi Aksara 2006
92 hlm
Rp 19000.00
Radio Komunitas: Eskalasi Demokratisasi Komunikasi
Dr. Atie Rachmiatie, M.Si
Simbiosa 2007
Rp 38000.00



Budaya Indonesia: Kajian Arkeologi, Seni dan Sejarah
Prof. Dr. Edi Sedyawati
Rajawali Pers 2007
450 hlm
Rp 61000.00

Cultural Studies dan Kajian Budaya Pop
John Storey
Jalasutra
Rp 30000.00
Antropologi Sosial Budaya
Prof . Dr. H. Abdurrahmat Fathoni, M.Si.
Rineka Cipta 2006
118 hlm
Rp 21500.00
Budaya Organisasi Dan Peningkatan Kinerja Perusahaan
Drs. H. Moh. Pabundu Tika, M.M.
Bumi Aksara 2006
Rp 32000.00
Ilmu Sosial dan Budaya Dasar
Dra. Elly M. Setiadi, M.Si / Drs. H. Kama A. H., M.Pd / Drs. Ridwan Effendi, M.Ed
Kencana 2008
13x20 cm, 230 hlm
Rp 35000.00
Ilmu Budaya Dasar (MKDU)
Drs. Djoko Widagdho, dkk.
Bumi Aksara 2004, cet. ke-9
270 hlm
Rp 40000.00
Studi Komprehensif Sosiologi Kebudayaan
Max Weber
Diva Press 2006
Rp 38000.00


Bahasa Jurnalistik: Panduan Praktis Penulis dan Jurnalis
Drs. AS Haris Sumadiria, M.Si.
Simbiosa 2006
Rp 46000.00

Foto Jurnalistik
Audy Mirza Alwi
Bumi Aksara 2004, Cet. Ke-2
116 Hlm
Rp 25000.00
Jurnalistik Televisi
Deddy Iskandar Muda
Rosda 2003
16 x 21 cm, 235 hlm
Rp 32000.00
Jurnalistik Indonesia, Menulis Berita dan Feature: Panduan Praktis Jurnalis Profesional
Drs. AS Haris Sumadiria, M.Si.
Simbiosa 2005
Rp 50000.00


HARGA BELUM TERMASUK ONGKOS KIRIM NYA KARENA BUKU-BUKU TERSEBUT DARI JAKARTA

INFO LEBIH LANJUT BAGI TEMEN-TEMEN DI BATAMBERMINAT MEMBELI BUKU-BUKU TERSEBUT
HUB :
Ridwan Purwanto, S. Sos
081802595520
abiroe@yahoo.com

PERUBAHAN SOSIAL BUDAYA

PERUBAHAN SOSIAL BUDAYA

Kedatangan orang asing yang berbeda kebudayaan dapat mendorong terjadinya perubahan
Perubahan sosial budaya adalah sebuah gejala berubahnya struktur sosial dan pola budaya dalam suatu masyarakat. Perubahan sosial budaya merupakan gejala umum yang terjadi sepanjang masa dalam setiap masyarakat. Perubahan itu terjadi sesuai dengan hakikat dan sifat dasar manusia yang selalu ingin mengadakan perubahan. Hirschman mengatakan bahwa kebosanan manusia sebenarnya merupakan penyebab dari perubahan. Perubahan sosial budaya terjadi karena beberapa faktor. Di antaranya komunikasi; cara dan pola pikir masyarakat; faktor internal lain seperti perubahan jumlah penduduk, penemuan baru, terjadinya konflik atau revolusi; dan faktor eksternal seperti bencana alam dan perubahan iklim, peperangan, dan pengaruh kebudayaan masyarakat lain.
Ada pula beberapa faktor yang menghambat terjadinya perubahan, misalnya kurang intensifnya hubungan komunikasi dengan masyarakat lain; perkembangan IPTEK yang lambat; sifat masyarakat yang sangat tradisional; ada kepentingan-kepentingan yang tertanam dengan kuat dalam masyarakat; prasangka negatif terhadap hal-hal yang baru; rasa takut jika terjadi kegoyahan pada masyarakat bila terjadi perubahan; hambatan ideologis; dan pengaruh adat atau kebiasaan.
Perubahan sosial budaya adalah sebuah gejala berubahnya struktur sosial dan pola budaya dalam suatu masyarakat. Perubahan sosial budaya merupakan gejala umum yang terjadi sepanjang masa dalam setiap masyarakat. Perubahan itu terjadi sesuai dengan hakikat dan sifat dasar manusia yang selalu ingin mengadakan perubahan. Hirschman mengatakan bahwa kebosanan manusia sebenarnya merupakan penyebab dari perubahan.
Perubahan sosial budaya terjadi karena beberapa faktor. Di antaranya komunikasi; cara dan pola pikir masyarakat; faktor internal lain seperti perubahan jumlah penduduk, penemuan baru, terjadinya konflik atau revolusi; dan faktor eksternal seperti bencana alam dan perubahan iklim, peperangan, dan pengaruh kebudayaan masyarakat lain.
Ada pula beberapa faktor yang menghambat terjadinya perubahan, misalnya kurang intensifnya hubungan komunikasi dengan masyarakat lain; perkembangan IPTEK yang lambat; sifat masyarakat yang sangat tradisional; ada kepentingan-kepentingan yang tertanam dengan kuat dalam masyarakat; prasangka negatif terhadap hal-hal yang baru; rasa takut jika terjadi kegoyahan pada masyarakat bila terjadi perubahan; hambatan ideologis; dan pengaruh adat istiadat
Diperoleh dari "http://id.wikipedia.org/wiki/Perubahan_sosial_budaya"

PRANATA SOSIAL

PRANATA SOSIAL

A. Pengertian Pranata Sosial
Dalam kehidupan sehari-hari istilah institution (menurut ilmu sosiologi berarti pranata) sering dipadankan dengan istilah institute (terjemahan dalam bahasa indonesia adalah lembaga). Berangkat dari kekeliruan inilah, maka penggunaan istilah-istilah ini dalam Bahasa Indonesia harus dibedakan secara tegas. Institution (pranata) adalah sistem norma atau aturan yang menyangkut suatu aktivitas masyarakat yang bersifat khusus. Sedangkan institute (lembaga) adalah badan atau organisasi yang melaksanakannya.
Menurut Horton dan Hunt (1987), yang dimaksud dengan pranata sosial adalah suatu sistem norma untuk mencapai suatu tujuan atau kegiatan yang oleh masyarakat dipandang penting. Dengan kata lain, pranata sosial adalah sistem hubungan sosial yang terorganisir yang mengejawantahkan nilai-nilai serta prosedur umum yang mengatur dan memenuhi kegiatan pokok warga masyarakat. Oleh karena itu, ada tiga kata kunci di dalam setiap pembahasan mengenai pranata sosial yaitu:
a. Nilai dan norma
b. Pola perilaku yang dibakukan atau yang disebut prosedur umum
c. Sistem hubungan, yakni jaringan peran serta status yang menjadi wahana untuk melaksanakan perilaku sesuai dengan prosedur umum yang berlaku.
Menurut Koentjaraningrat (1979) yang dimaksud dengan pranata-pranata sosial adalah sistem-sistem yang menjadi wahana yang memungkinkan warga masyarakat itu untuk memenuhi kompleks-kompleks kebutuhan khusus dalam kehidupan masyarakat. Pranata sosial pada hakikatnya bukan merupakan sesuatu yang bersifat empirik, karena sesuatu yang empirik unsur-unsur yang terdapat di dalamnya selalu dapat dilihat dan diamati. Sedangkan pada pranata sosial unsur-unsur yang ada tidak semuanya mempunyai perwujudan fisik. Pranata sosial adalah sesuatu yang bersifat konsepsional, artinya bahwa eksistensinya hanya dapat ditangkap dan dipahami melalui sarana pikir, dan hanya dapat dibayangkan dalam imajinasi sebagai suatu konsep atau konstruksi pikir.
Unsur-unsur dalam pranata sosial bukanlah individu-individu manusianya itu, akan tetapi kedudukan-kedudukan yang ditempati oleh para individu itu beserta aturan tingkah lakunya. Dengan demikian pranata sosial merupakan bangunan atau konstruksi dari seperangkat peranan-peranan dan aturan-aturan tingkah laku yang terorganisir. Aturan tingkah laku tersebut dalam kajian sosiologi sering disebut dengan istilah “norma-norma sosial”.

B.Tujuan dan Fungsi Pranata Sosial
Diciptakan pranata sosial pada dasarnya mempunyai maksud serta tujuan yang secara prinsipil tidak berbeda dengan norma-norma sosial, karena pranata sosial sebenarnya memang produk dari norma sosial.
Secara umum, tujuan utama diciptakannya pranata sosial, selain untuk mengatur agar kebutuhan hidup manusia dapat terpenuhi secara memadai, juga sekaligus untuk mengatur agar kehidupan sosial warga masyarakat bisa berjalan dengan tertib dan lancar sesuai dengan kaidah-kaidah yang berlaku. Sebagai contoh, pranata keluarga mengatur bagaimana keluarga harus memelihara anak. Sementara itu, pranata pendidikan mengatur bagaimana sekolah harus mendidik anak-anak hingga menghasilkan lulusan yang handal. Tanpa adanya pranata sosial, kehidupan manusia nyaris bisa dipastikan bakal porak-poranda karena jumlah prasarana dan sarana untuk memenuhi kebutuhan manusia relatif terbatas, sementara jumlah warga masyarakat yang membutuhkan justru semakin lama semakin banyak.
Untuk mewujudkan tujuannya, menurut Soerjana Soekanto (1970), pranata sosial di dalam masyarakat harus dilaksanakan dengan fungsi-fungsi berikut:vMemberi pedoman pada anggota masyarakat tentang bagaimana bertingkah laku atau bersikap di dalam usaha untuk memenuhi segala kebutuhan hidupnya.vMenjaga keutuhan masyarakat dari ancaman perpecahan atau disintegrasi masyarakat.
Berfungsi untuk memberikan pegangan dalam mengadakan sistem pengendalian sosial (social control).

C. Karakteristik Pranata Sosial
Dalam kehidupan masyarakat banyak ditemui pranata sosial, sehingga sering tidak mudah untuk membedakan antara satu dengan yang lain. Oleh karena itu, untuk pemahaman lebih lanjut perlu kiranya mengenali karakteristik umum dari pranata sosial yang dikemukakan oleh Gillin and Gillin, sebagai berikut: (Soemardjan dan Soemardi, 1964:67-70)
1. Pranata sosial terdiri dari seperangkat organisasi daripada pemikiran-pemikiran dan pola-pola perikelakuan yang terwujud melalui aktivitas-aktivitas kemasyarakatan. Karakteristik ini menegaskan kembali bahwa pranata sosial terdiri dari sekumpulan norma-norma sosial dan peranan sosial dalam kehidupan bermasyarakat.
2. Pranata sosial itu relatif mempunyai tingkat kekekalan tertentu. Artinya, pranata sosial itu pada umumnya mempunyai daya tahan tertentu yang tidak lekas lenyap dalam kehidupan bermasyarakat.
3. Pranata sosial itu mempunyai tujuan yang ingin dicapai atau diwujudkan. Tujuan dasarnya adalah merupakan pedoman serta arah yang ingin dicapai. Oleh karena itu, tujuan akan motivasi ataupun mendorong manusia untuk mengusahakan serta bertindak agar tujuan itu dapat terwujud. Dengan tujuan inilah maka merangsang pranata sosial untuk dapat melakukan fungsinya.
4. Pranata sosial merupakan alat-alat perlengkapan yang dipergunakan untuk mencapai tujuannya. Alat-alat perlengkapan pranata sosial dimaksudkan agar pranata yang bersangkutan dapat melaksanakan fungsinya guna mencapai tujuan yang diinginkan.
5. Pranata sosial itu mempunyai dokumen, baik yang tertulis maupun tidak. Dokumen ini dimaksudkan menjadi suatu landasan atau pangkal tolak untuk mencapai tujuan serta melaksanakan fungsinya.

D. Tipe-Tipe Pranata Sosial
Dalam kehidupan masyarakat terdapat berbagai macam pranata sosial, dimana satu dengan yang lain sering terjadi adanya perbedaan-perbedaan maupun persamaan-persamaan tertentu. Persamaan dari berbagai pranata sosial itu diantaranya, selain bertujuan untuk mengatur pemenuhan kebutuhan warganya, juga karena pranata itu terdiri dari seperangkat kaidah dan pranata sosial. Sedangkan perbedaannya, seperti dikemukakan oleh J.L. Gillin dan J. P. Gillin (1954), bahwa pranata sosial itu diantaranya dapat diklasifikasikan menurut:

1.Tingkat kompleksitas penyebarannya
Besar kecilnya atau luas sempitnya jangkauan pranata sosial dalam kehidupan masyarakat sangat dipengaruhi oleh bermacam-macam faktor. Faktor dari dalam pranata sosial terkandung nilai-nilai tertentu, sehingga kemampuan nilai-nilai untuk memenuhi kebutuhan manusia itulah yang turut menentukan luas sempitnya penyebarannya. Faktor yang dari luar pranata sosial diantaranya adalah bagaimana persepsi dan kepentingan masyarakat terhadap nilai serta peranan yang dimiliki oleh pranata sosial, sehingga adanya tanggapan yang baik dan adanya kepentingan yang kuat akan memberi peluang yang lebar untuk dapat diterima serta menyebar luas di masyarakat.
Dengan mendasarkan diri pada tingkat kompleksitas penyebarannya, maka pranata sosial dapat dikategorikan ke dalam dua bentuk, yaitu:

a. General social institutions
Sesuai dengan namanya, maka pranata sosial ini dapat dikatakan hampir terdapat di setiap bentuk masyarakat, sehingga bersifat universal. Dari kenyataan yang demikian membuktikan bahwa pranata sosial mempunyai nilai yang tinggi dalam kehidupan masyarakat terutama untuk kelangsungan hidupnya. Luasnya jangkauan penyebaran pranata sosial yang demikian ini berarti dikenal, diakui, dan diterimanya pranata sosial itu oleh sebagian besar atau bahkan oleh seluruh umat manusia sebagai sarana untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Pranata sosial jenis ini dapat dikatakan netral, umum, atau tidak memihak terhadap komponen atau unsur-unsur yang terdapat di dalamnya. Agama merupakan salah satu contoh dari pranata sosial yang bersifat universal atau umum yang menghimpun dari berbagai macam agama tertentu, tanpa memihak terhadap salah satu agama tertentu tersebut

b. Restricted social institutions
Pranata sosial ini pada umumnya mempunyai corak yang khas atau khusus dalam kehidupan masyarakat. Kenyataan ini dipengaruhi oleh kaidah-kaidah serta peranan-peranan yang terdapat di dalam pranata itu mempunyai kekhususan. Karena sifat yang demikian, maka pola penyebarannya relatif lebih terbatas dibandingkan dengan pranata yang umum. Hal ini juga disebabkan oleh relatif lebih kecilnya kepentingan serta terbaginya minat warga ke dalam pranata lain yang bersifat khusus. Oleh karena itu, pranata ini daya jangkaunya hanya terbatas pada kelompok, kelas, ataupun golongan tertentu saja, walaupun tidak menutup kemungkinan bahwa seorang warga dapat melakukan perpindahan dari satu pranata sejenis yang khusus ini ke pranata yang lain. Seperti telah dikemukakan sebelumnya, bahwa pranata sosial yang bersifat umum misalnya adalah agama, sedang pranata sosial yang khusus adalah agama tertentu, yaitu Islam, Kristen, Katholik, Hindu, Budha, dan lain sebagainya

2. ORIENTASI NILAINYA
Seperangkat kaidah sosial yang terkandung di dalam setiap pranata sosial mempunyai arti penting atau nilai di dalam kehidupan masyarakat. Namun, mengingat kaidah sosial itu pada dasarnya dapat diklasifikasikan ke dalam beberapa tingkatan yang bersifat hierarkis, maka nilai-nilai dari kaidah tersebut juga dapat dikelompokkan ke dalam kategori pokok dan kurang pokok. Berdasrkan klasifikasi nilai yang demikian ini maka dari segi orientasi nilainya, pranata sosial dapat digolongkan sebagai berikut:

a. Basic social institutions
Pranata yang bersifat dasar atau utama ini harus ada dalam kehidupan masyarakat, karena terdiri dari kaidah sosial yang memiliki nilai sangat pokok atau utama bagi kelangsungan kehidupan masyarakat. Seperti kaidah yang mengatur pemenuhan hajat hidup manusia, mempunyai nilai paling utama, oleh karena itu pranata sosial yang mengaturnya pun bersifat primer.
Primernya suatu pranata sosial sangat dipengaruhi oleh pentingnya kaidah yang mempunyai nilai sangat tinggi untuk menjamin kelangsungan kehidupan masyarakat, sehingga apabila dalam kehidupan masyarakat tidak terdapat pranata sosial yang bersifat primer ini maka kelangsungan hidup manusia akan terancam. Sebab apabila tidak ada pranata sosial yang bersifat primer berarti tidak ada kaidah sosial yang mengatur pemenuhan kebutuhan pokok hidup manusia secara tertib dan teratur. Dengan demikian, ketidaktertiban pemenuhan hajat hidup itu disebabkan oleh tidak adanya norma sosial yang sekaligus tidak adanya sanksi, sehingga sewajarnyalah apabila individu yang mempunyai kemampuan lebih dari yang lain akan mendominasi pihak yang lemah.

b. Subsidiary social institutions
Pranata sosial sekunder didukung oleh kaidah sosial yang nilai-nilainya dianggap kurang penting untuk menunjang kelangsungan hidup manusia. Oleh karena itu, jika di dalam kehidupan masyarakat tidak menggunakan pranata sekunder tidaklah mempengaruhi kelangsungan hidupnya. Sehingga penggunaan pranata ini hanya merupakan tambahan untuk memperoleh kenikmatan dalam hidup.
Namun demikian, tidak menutup kemungkinan bahwa ada masyarakat tertentu di suatu saat dan tempat tertentu, mempunyai anggapan terhadap pranata sosial sekunder itu sebaga pranata primer. Hal ini di antaranya dipengaruhi oleh perubahan struktur masyarakat dan kemampuan pranata sekunder untuk mengait terhadap pranata primer. Misalnya dalam kehidupan masyarakat yang sudah maju, terdapat beberapa kebutuhan sekunder yang kegiatannya dikaitkan dengan kegiatan primer. Seperti untuk dapat memperoleh kesehatan, rasa keindahan, rasa seni, dan pengembangan diri secara bertahap dikaitkan dengan kegiatan ekonomi. Suatu contoh yang paling mudah kita kenali adalah bahwa kebutuhan pendidikan dalam kehidupan masyarakat kota, bukanlah merupakan kebutuhan yang bersifat sekunder. Karena dengan memperoleh pendidikan, maka individu yang bersangkutan akan ditempatkan oleh masyarakat pada posisi sosial, ekonomi, dan politis tertentu.
KESIMPULANBerdasarkan pembahasan diatas maka dapat kami tarik kesimpulan sebagai berikut :
1. Pranata Sosial merupakan sistim hubungan sosial yang terorganisir yang mengerjawantahkan nilai-nilai serta prosedur umum yang mengatur dan memenuhi kegiatan pokok warga masyarakat.
2. Tujuan utama diciptakannya pranata sosial, adalah untuk mengatur agar kebutuhan hidup manusia dapat terpenuhi secara memadai sekaligus untuk mengatur agar kehidupan warga masyarakat berjalan dengan tertib dan lancar sesuai dengan kaidah-kaidah yang berlaku.
3. Pranata sosial pada umumnya mempunyai daya tahan tertentu yang tidak lekas lenyap dalam kehidupan bermasyarakat.
4. Pranata sosial merupakan alat perlengkapan yang dipergunakan untuk mencapai tujuannya.
5. Pranata sosial mempunyai dokumen, baik tertulis maupun tidak yang menjadi suatu landasan atau pangkal tolak untuk mencapai tujuan serta melaksanakan fungsinya
6. Pranata sosial dalam kehidupan masyarakat sangat dipengaruhi oleh bermacam-macam faktor,sehingga kemampuan nilai-nilai untuk memenuhi kebutuhan manusia itu yang turut menentukan luas sempitnya penyebarannya. Bagaimana persepsi dan kepentingan masyarakat terhadap nilai dan peranan yang dimiliki oleh pranata sosial, sehingga ada tangapan yang baik tentang kepentingan yang kuat serta memberikan peluang ntuk dapat diterima secara menyebar luas di masyarakat.

REFERENSI :
Narwoko Dwi.I, Suryanto Bagong. 2004. Sosiologi Teks Pengantar dan Terapan. Jakarta: Prenada Media
Soekanto Soerjono. 2005. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada.